Apa cara terbaik dan tercepat untuk sampai kepada Allah (Dicintai dan diridhoi Allah) ?
Mengapa lautan bisa sampai terbelah memberikan jalan kepada Nabi Musa dan Pengikutnya?
Cara paling cepat adalah dengan menyusuri jalan ini (Al-Fatihah : 6)
Berikut adalah goresan pena dari M Miftahul Ilmi seorang mahasiswa S2 Universitas Al Azhar Mesir jurusan Tafsir Al-Quran dalam channel WhatsApp 'Halaqah Tafsir'. Sebuah tadabbur surat alfatihah ayat 6.
Sebelumnya ada yang bertanya perihal dari mana sebaiknya kita memulai menuju Allah?
Apa hal pertama yang sebaiknya kita lakukan supaya ibadah menjadi lebih khusyuk lagi?
Kebaikan mana yang paling cepat dan paling dekat mendapatkan cinta Allah?
Karena kita semua pun tahu betul, ada banyak sekali kebaikan dalam ajaran agama ini bukan? Saking banyaknya kadang membuat sebagian orang bingung, kebaikan mana yang harus diprioritaskan lebih dulu untuk memulai dekat dengan Allah?
Oleh karenanya kita akan memulai dari surat pertama dalam Al-Qur’an, Al-Fatihah : 6
Penjelasan terkait ayat tersebut telah terjelaskan berkali-kali dari berbagai sudut pandang yang beragam, sebagaimana telah terjelaskan dalam utas beberapa bulan ke belakang.
Diksi الصراط المستقيم hanya disebutkan 2x Dalam Al-Qur’an, dalam Al-Fatihah : 6 & As-Shaffat : 118.
Dan sebagaimana kita ketahui arti dari kalimat tersebut adalah “jalan yang lurus”
Tentu jalan yang lurus tersebut adalah
“agama Islam” yang mana semua nabi dan rasul dan semua orang shalih terdahulu pun berjalan di jalan tersebut, karena agama Islam adalah satu-satunya agama yang dapat menyampaikan kita kepada Allah.
Satu-satunya ajaran yang mengantarkan kita kepada ridho Allah, dan mendapatkan cinta Allah.
Berhubung kita sudah berada dalam ajaran agama islam, maka apa yang harus kita lakukan selanjutnya?
Sederhana saja, makanan favorit orang lain diketahui oleh orang lain atau oleh kita?
Tentu oleh orang lain bukan? Kita tidak akan mengetahui makanan orang lain begitu saja tanpa menanyakan langsung kepadanya atau orang tersebut memberitahu lebih dulu kepada kita.
Kita tidak bisa mengetahui makanan kesenangan guru kita kecuali kita menanyakannya lebih dulu atau guru kita memberitahunya lebih dulu. Dan kita semua sepakat terkait ini.
Begitupun hubungan kita dengan Allah, hal pertama yang harus kita ketahui supaya dicintai oleh Allah adalah kita mengetahui lebih dulu kebaikan mana yang Allah cintai terhadap hambanya?
Maka pengetahuan tersebut hanya bisa diketahui melalui ilmu bukan? Yang mana ilmu tersebut adalah informasi yang valid bersumber dari Allah dan Rasulnya.
Dan “jalan yang lurus” adalah jalan terdekat dan tercepat dalam menggapai ridho dan cinta Allah.
Jalan tersebut adalah jalan yang telah Allah tentukan setiap detailnya, artinya apa saja yang Allah perintahkan maka perintah tersebut adalah jalan lurus.
Sehingga cara tercepat menuju cinta Allah adalah melakukan atau mentaati apa saja yang sesuai dengan مُرَادِ الله (Keinginan Allah)
Sesimpel itu sebenarnya, mengapa ketika Nabi Musa memukulkan tongkatnya, seketika itu lautan terbelah membukakan jalan untuk Nabi Musa dan pengikutnya?
Alasannya sederhana, karena Nabi Musa melakukan apa yang Allah perintahkan, sesuai dengan perintah Allah.
Karena dipukulkannya tongkat tersebut berdasarkan perintah Allah, sehingga dari ketaatan tersebutlah Allah memberikan petunjuk kepadanya. Artinya Allah meridhoi, mencintai, dan memberikan bukti dengan memberikan jalan kepadanya.
Maka begitupun dengan kita saat ini, yang perlu kita lakukan pertama kali adalah memulai ketaatan yang paling Allah cintai.
Dan diantara kebaikan yang sangat Allah cintai dari hambanya adalah : Kebaikan yang Allah wajibkan itu sendiri kepada hambanya.
Sebagaimana disebutkan dalam hadist Shahih Bukhari, dalam kitab Ar-Riqaq, dalam bab tawadhu’ hadits 6581.
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ
Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku
cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan atasnya.
Dari hadist tersebut sangat jelas bahwa cara paling utama dan paling dicintai oleh Allah adalah amalan wajib itu sendiri.
Karena tidak ada amalan sunah apapun yang mampu menggantikan atau menyamai pahal dari apa yang telah Allah wajibkan.
Jadi langkah pertama menuju cinta Allah adalah dengan melakukan apa yang telah Allah wajibkan lebih dulu.
Amalan wajib apa yang paling sering Allah serukan kepada hambanya? Shalat.
Maka setiap kita hanya perlu memulai dari shalat wajib dan mendalami semua informasi yang bersangkutan dengan shalat wajib tersebut.
Tentu kualitas shalat kita bergantung pada keilmuan atau pengetahuan kita tentang shalat itu sendiri.
و الله أعلى و أعلم