Sabtu, 28 Februari 2026

Hari Kesepuluh

Puasa Hari Kesepuluh Ramadhan.

Kali ini kami akan repost tulisan dari saluran WA Fitrah Sehat. 
---

Sepuluh hari sudah terlewati.
Ini bukan lagi adaptasi — ini sudah pembentukan.

Hari kesepuluh adalah garis pemisah:
apakah Ramadhan hanya lewat di tubuh…
atau sudah mulai masuk ke hati?

---

10 Hari Pertama: Fase Rahmat

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa 10 hari pertama adalah fase rahmat.

Rahmat itu bukan hanya rezeki.
Rahmat itu ketenangan.
Rahmat itu hati yang lebih lembut.
Rahmat itu emosi yang lebih terkendali.

Coba lihat diri sendiri:

Apakah lebih mudah sabar?

Lebih mudah menahan reaksi?

Lebih ringan memaafkan?

Kalau iya, itu rahmat sedang bekerja.

---

Evaluasi Sepersepuluh Perjalanan

Sepuluh hari berarti 1/3 Ramadhan hampir lewat.

Jujur saja:

Shalat meningkat atau biasa saja?

Qur’an bertambah atau stagnan?

Lisan lebih terjaga atau masih sama?

Jangan takut evaluasi.
Ramadhan itu sekolah. Evaluasi itu bagian dari belajar.

---

Jaga Momentum

Biasanya di hari kesepuluh muncul rasa:

“Masih lama.”
atau

“Sudah mulai capek.”

Keduanya bisa melemahkan fokus.

Solusinya sederhana: Turunkan ekspektasi yang berlebihan.
Naikkan kesadaran yang sederhana.

Fokus hari ini saja.
Jangan pikir 20 hari ke depan.

---

Pesan Hari Kesepuluh

Kalau 10 hari ini belum maksimal, jangan menyesal.
Masih ada waktu memperbaiki arah.

Ramadhan bukan tentang siapa paling banyak.
Tapi siapa paling tulus.

Hari kesepuluh ini adalah titik cek arah.

Pastikan langkahmu masih menuju Allah,
bukan hanya menuju maghrib.

Teruskan.
Pelan, dalam, dan sadar.

#BackToFitrah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Keterlambatan yang Menguntungkan

KETERLAMBATAN paling menakjubkan di dunia  Adalah KETERLAMBATAN yang dialami oleh Halimah As-Sa’diyah.  Mengapa Halimah bisa sangat beruntun...