Kamis, 26 Februari 2026

Qarunisme

Mengapa kita hanya fokus tentang ayat-ayat iman ( يا أيها الذين امنوا ) ? 

Padahal semua ayat dalam Al-Qur’an adalah pelajaran yang ditujukan kepada kita. 

Memangnya Kenapa Al-Qur’an sampai menyebutkan Qorun, Fir’aun, Haman, Abu Lahab, dll? 

Berapa kali kita terjebak dalam karakter Qorun?

Tadabur Al-Qur'an ala M Miftahul Ilmi, Lc ini, mahasiswa S2 Al Azhar Mesir, sangat menarik jadi refleksi diri. 

Semua kisah dalam Al-Qur’an tidaklah sama seperti kisah yang disebutkan dalam beragam kitab sejarah, Al-Qur’an tidak menjelaskan nama tokoh, tahun kelahiran dan kematian, tempat kejadian dll. 

Karena semua itu hanyalah sekedar informasi sejarah, sementara fokus dari Al-Qur’an adalah memberikan petunjuk kepada setiap pembacanya serta meningkatkan kesadaran setiap pembacanya, sehingga seringkali Al-Qur’an hanya mencukupkan dengan point pembahasannya saja.

Mengapa Qorun sampai disebutkan dalam Al-Qur’an ? 

Karena karakter yang dimiliki Qorun adalah karakter yang tidak hanya dimiliki Qorun semata, melainkan akan senantiasa terulang dan terjadi dalam setiap generasi manusia hingga hari kiamat. 

Diantara karakter utama yang dimention oleh Al-Qur’an terdapat dalam Al-Qashas : 78

إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِندِي
Aku mendapat ini karena ilmuku

Diantara banyaknya perkataan Qorun selama ia hidup, Al-Qur’an hanya mencukupkan quotes pendek tersebut yang berasal dari Qorun selama ia hidup, mengapa? 

Karena quotes tersebutlah yang seringkali menimpa setiap manusia hari ini dan seterusnya. 

Berapa banyak diantara kita yang pernah terjebak dalam karakter Qorun? 

Kita merasa keberhasilan kita adalah karena ilmu kita, kita merasa mendapatkan uang dengan mudah karena ilmu kita.

Kita mendapatkan uang dari hasil mengajarkan ilmu kita kepada orang lain, kemudian kita mendapatkan uang bayaran, lalu kita mengira bahwa hal tersebut adalah keuntungan untuk kita dikarenakan ilmu kita. Hingga akhirnya kita pun lupa dengan pemberi dan sumber ilmu dan Rezeki yang sesungguhnya. 

Dengan demikian kita terjebak, kita lebih mengagungkan ilmu daripada sumber segala ilmu yaitu Allah. 

Pemikiran atau karakter seperti ini akan selalu ada dalam setiap diri manusia hingga hari kiamat

Itulah mengapa Al-Qur’an hanya mencukupkan quotes pendek dari Qorun selama hidupnya, karena point pelajarannya terdapat dalam Kutipan pendek tersebut yang menyebabkan Qorun jatuh dalam kesombongan dan kehinaan. 

Barangkali karakter tersebut ada atau pernah ada dalam diri kita, maka jika ada dalam diri kita, kita tidak ada bedanya dengan Qorun. 

Yang mati hanyalah jasad Qorun, sedangkan karakternya senantiasa hidup hingga hari kiamat. 

و الله أعلى وأعلم

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Keterlambatan yang Menguntungkan

KETERLAMBATAN paling menakjubkan di dunia  Adalah KETERLAMBATAN yang dialami oleh Halimah As-Sa’diyah.  Mengapa Halimah bisa sangat beruntun...