Langsung ke konten utama

*Pengenalan Rangkaian Mengendalikan dalam Teori Lima Unsur*

*Kajian Ilmu TCM - 10 Juli 2026*
By Sinshe 

*Pengenalan Rangkaian Mengendalikan dalam Teori Lima Unsur*

Dalam Traditional Chinese Medicine (TCM), selain terdapat hubungan saling menghasilkan, terdapat pula hubungan saling mengendalikan (Ke). Hubungan ini merupakan mekanisme alami yang menjaga agar setiap unsur tidak menjadi terlalu kuat atau terlalu lemah. Dengan adanya pengendalian, seluruh organ tubuh dapat bekerja secara seimbang sehingga kesehatan tetap terjaga. Hubungan mengendalikan bukan berarti merusak, melainkan mengatur, membatasi, dan menjaga keseimbangan.

Rangkaian mengendalikan terdiri dari lima hubungan, yaitu Kayu mengendalikan Tanah, Tanah mengendalikan Air, Air mengendalikan Api, Api mengendalikan Logam, dan Logam mengendalikan Kayu. Setiap unsur memiliki tugas untuk mengendalikan satu unsur lain sehingga tidak bekerja secara berlebihan. Apabila salah satu unsur terlalu kuat atau terlalu lemah, keseimbangan akan terganggu dan dapat menimbulkan penyakit menurut konsep TCM.

Hubungan ini juga terlihat jelas di alam. Pohon (Kayu) menyerap nutrisi dari Tanah sehingga pertumbuhannya tetap terkendali. Tanah membendung dan mengarahkan Air melalui tepian sungai atau bendungan. Air mampu memadamkan Api sehingga panas tidak terus membesar. Api dapat melelehkan atau membentuk Logam melalui panas yang tinggi. Sementara itu, Logam dalam bentuk kapak atau gergaji dapat menebang Kayu, sehingga pertumbuhan pohon tidak berlangsung tanpa batas. Semua proses tersebut menjaga keseimbangan alam.

Di dalam tubuh manusia, hubungan ini diwujudkan melalui kerja sama antarorgan. Hati (Kayu) mengendalikan Limpa (Tanah) agar fungsi pencernaan tetap seimbang. Limpa (Tanah) mengendalikan Ginjal (Air) dalam mengatur metabolisme cairan tubuh. Ginjal (Air) mengendalikan Jantung (Api) agar panas tubuh tidak berlebihan. Jantung (Api) mengendalikan Paru-Paru (Logam) dengan menjaga sirkulasi Darah dan kehangatan tubuh. Paru-Paru (Logam) mengendalikan Hati (Kayu) melalui pengaturan aliran Qi sehingga emosi dan pergerakan Qi tetap terkendali.

Selama hubungan mengendalikan berlangsung secara normal, tubuh berada dalam keadaan sehat. Namun apabila suatu unsur mengendalikan secara berlebihan atau gagal mengendalikan, keseimbangan antarorgan akan terganggu dan muncullah berbagai sindrom penyakit. Oleh karena itu, memahami rangkaian mengendalikan sangat penting karena menjadi dasar dalam memahami hubungan antarorgan, proses terjadinya penyakit, serta prinsip diagnosis dan pengobatan dalam Traditional Chinese Medicine (TCM).

Rangkaian Mengendalikan (Ke):

Kayu - Tanah (Hati mengendalikan Limpa)

Tanah - Air (Limpa mengendalikan Ginjal)

Air - Api (Ginjal mengendalikan Jantung)

Api - Logam (Jantung mengendalikan Paru-Paru)

Logam - Kayu (Paru-Paru mengendalikan Hati)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Workshop Digital Marketing

Bismillah,alhamdulillah ala kulli hal, shalawatullah ala nabiyina Muhammad. Salam sejahtera buat para netijen di mana saja berada di bumi Allah. lama tidak update blog ini karena berbagai pertimbangan, akhirnya biidznillahi bisa menyapa kembali menyapa netijen mewartakan kegiatan pesantren. Update kali ini imulai dari mengikuti kegiatan workshop digital marketing. Mengapa sih harus digital marketing? Suka tidak suka kita ada di era digital open informasi, internet bukan lagi barang mahal namun sudah jadi kebutuhan. Orang bila memerlukan suatu informasi cukup buka smartphone mencari di internet. Dengan digital marketing jangkauan kegiatan bisa lebih luas, global village desa dunia, seolah tanpa batas teritorial. Kegiatan ini berlangsung tanggal 3-4 JAgustus 2019 di Kantor DPW Hidayatullah Sulawesi Tenggara Citraland blok H1/18 Kendari. Banyak informasi yang di dapat dari ampuhnya kekuatan digital marketing bagi pengembangan lembaga dakwah pendidikan sosial. Semoga dengan kegiata...

Qarunisme

Mengapa kita hanya fokus tentang ayat-ayat iman ( يا أيها الذين امنوا ) ?  Padahal semua ayat dalam Al-Qur’an adalah pelajaran yang ditujukan kepada kita.  Memangnya Kenapa Al-Qur’an sampai menyebutkan Qorun, Fir’aun, Haman, Abu Lahab, dll?  Berapa kali kita terjebak dalam karakter Qorun? Tadabur Al-Qur'an ala M Miftahul Ilmi, Lc ini, mahasiswa S2 Al Azhar Mesir, sangat menarik jadi refleksi diri.  Semua kisah dalam Al-Qur’an tidaklah sama seperti kisah yang disebutkan dalam beragam kitab sejarah, Al-Qur’an tidak menjelaskan nama tokoh, tahun kelahiran dan kematian, tempat kejadian dll.  Karena semua itu hanyalah sekedar informasi sejarah, sementara fokus dari Al-Qur’an adalah memberikan petunjuk kepada setiap pembacanya serta meningkatkan kesadaran setiap pembacanya, sehingga seringkali Al-Qur’an hanya mencukupkan dengan point pembahasannya saja. Mengapa Qorun sampai disebutkan dalam Al-Qur’an ?  Karena karakter yang dimiliki Qorun adalah kar...

Keterlambatan yang Menguntungkan

KETERLAMBATAN paling menakjubkan di dunia  Adalah KETERLAMBATAN yang dialami oleh Halimah As-Sa’diyah.  Mengapa Halimah bisa sangat beruntung sampai bisa menyusui Rasulullah? Berikut ulasan menarik dari M Miftahul Ilmi, Lc. Mahasiswa S2 Al Azhar Mesir jurusan Teknik Al Qur'an. Halimah adalah salah satu perempuan yang namanya abadi hingga hari ini, dikarenakan beliau adalah sosok yang menyusui Rasulullah sewaktu bayi.  Namun tidak banyak yang mengambil pelajaran dari sosok tersebut, alasan utama yang membuat Halimah menjadi perempuan yang bisa menyusui Rasulullah adalah karena keterlambatan. Beliau terlambat sampai ke wilayah Mekkah dikarenakan keledainya yang kurus dan lemah, sementara perempuan lainnya sudah lebih dulu sampai dan memilih setiap bayi yang tidak yatim. Dikarenakan setiap perempuan kala itu mengharapkan upah yang cukup dan pasti dari setiap ayah anak-anak tersebut. Maka tidak ada satupun dari mereka yang memilih untuk menyusui Muhammad, hingga...